Tren

Puncak Sale 7.7 dan pemungutan PPh 0,5% tiba di pekan yang sama

Pekan 28 (6–12 Juli 2026) — Penjualan apparel melonjak di puncak Shopee 7.7, tapi di pekan yang sama pemungutan PPh 0,5% oleh marketplace dan kewajiban NIB mulai berlaku. Penjualan ramai, margin menipis diam-diam.

Dua hal mendarat di pekan yang sama, dan keduanya menarik ke arah berbeda. Di satu sisi, puncak Shopee 7.7 Great Mid Year Sale pada 7 Juli mengangkat volume apparel tajam — di pantauan kami pencarian kategori fashion melonjak kira-kira dua lipat di momentum sale. Di sisi lain, di pekan yang sama, pemungutan PPh Final 0,5% oleh marketplace dan kewajiban NIB bagi penjual beralih dari masa transisi menjadi kenyataan operasional.

Permintaan tetap sangat mudah dibaca: oversize, celana baggy, hijab instan, dan palet earth tone berjalan tanpa gejolak. Yang berubah bukan apa yang laku, melainkan berapa sisa yang tersisa setelah biaya dan pajak dipotong. Pekan ini terlihat ramai; aturan baru yang menyertainya diam-diam mengubah berapa nilai keramaian itu.

Catatan soal angka

Rangkuman ini disusun dari pemantauan harian internal Revota sepanjang pekan — listing Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia, harga di sentra Cigondewah dan Tanah Abang, serta kabar regulasi. Angka di bawah adalah estimasi pantauan internal, bukan statistik resmi. Gunakan sebagai indikator arah; untuk komitmen pembelian atau harga jual, konfirmasi ke pemasok dan hitung ulang dengan struktur biaya Anda sendiri.

Item dan warna tren minggu ini

Kelompok item yang paling konsisten sepanjang pekan:

  • Hijab instan dan bergo — rayon cooltech dan pashmina — masih memegang porsi modest terbesar; motif abstrak dan botanical mulai naik.
  • Celana baggy, wide-leg, dan cargo — JINISO dan sejenis mendominasi denim; wash lived-in semakin dicari.
  • Kaos oversize dan boxy tee — cotton combed, distro style; Erigo, Bloods, Screamous, dan Mayoutfit menjadi acuan.
  • Hoodie dan sweatshirt graphic — fleece, repeat order tinggi.
  • Celana high-waist, scuba premium, dan jogger, plus outer ringan linen dan katun adem.

Palet earth tone (beige, khaki, olive, terracotta, mocha, mahogani) tetap menjadi dasar, dengan butter yellow dan pastel lembut (apricot, lilac, coral) sebagai aksen yang menguat. Siluet inti longgar dan berlapis, dengan sneakers gorpcore (Salomon, On) sebagai pendamping yang berulang.

Bahan baku dan supply

Polyester tetap menjadi lapisan biaya yang menetap, bukan lagi kejutan. Di pantauan kami ia masih berada sekitar 40% di atas level pra-April menyusul paraxylene global, dan ada catatan kenaikan tambahan kira-kira Rp2.000/kg baru-baru ini. Yang relatif tenang: katun combed stabil di Rp30.000–40.000/meter, denim 5–13 oz di Rp26.000–37.000/meter. Yang bergerak: rayon twill naik sekitar 17% (kisaran Rp2,4–3 juta per roll).

Konveksi Bandung dan Solo berjalan normal dengan kapasitas cukup; sinyal pengawasan ada pada kemungkinan bottleneck bahan kimia dan benang impor. Arahnya satu: tekanan biaya tidak mereda, dan setiap tundaan pemesanan beralih ke kompromi harga yang lebih tinggi.

Marketplace dan regulasi

Ini penekan margin utama pekan ini.

  • Pemungutan PPh Final 0,5% dari omzet bruto oleh Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Blibli berjalan sejak Juli, efektif penuh Agustus, untuk penjual omzet di atas Rp500 juta per tahun.
  • Permendag 19/2026 menegakkan kewajiban NIB bagi penjual; platform wajib memblokir yang tidak patuh dalam masa transisi, sambil memprioritaskan produk lokal dan memberi diskon biaya layanan hingga 50% untuk produk UMKM.
  • PP 20/2026 memperketat PPh Final UMKM — termasuk klausul anti-splitting dengan ambang omzet gabungan, sehensi omzet klien yang sengaja memecah entitas tidak lagi luput.
  • Biaya logistik tanggungan penjual yang berlaku sejak Mei (Rp690–5.000+ per order) tetap ada, dan TikTok Shop tercatat sekitar 32% pangsa GMV dengan live commerce sebagai penggerak utamanya.

Pasar offline

Bandung jadi pusat gravitasi pekan ini: Trunojoyo, Riau, dan Braga ramai weekend, dengan spillover dari Bandung Shocking Sale Festival (2–5 Juli), Asia Africa Festival (11–12 Juli), dan Pasar Kreatif. Malioboro dan ITC Mangga Dua stabil. Satu sinyal yang patut dicatat untuk perencanaan O2O: persiapan pedestrianisasi Malioboro menjelang November membuka peluang click & collect bagi brand yang inventarisnya tersinkron lintas kanal.

Dibanding minggu lalu

Pekan lalu, Sale 7.7 sedang membangun (Tokopedia Guncang 7.7 dan Shopee menyongsong puncak), dan pemungutan PPh 0,5% baru memasuki masa transisi. Pekan ini keduanya menjadi kenyataan: sale memuncak lalu mereda, sementara PPh dan NIB menetap sebagai baseline operasional. Di sisi produk hampir tidak ada pergeseran — earth tone dan butter yellow bertahan, yang menguat hanya lived-in denim dan motif hijab. Polyester juga tidak beranjak dari kisaran 40%; tekanan biaya yang pekan lalu masih berupa ancaman kini sudah jadi biaya tetap yang harus dihitung.

Aksi cepat untuk klien

  1. Isi ulang earth tone dan butter yellow untuk momentum pasca-7.7, tetapi ukur order ke permintaan nyata. Volume sale menarik ke atas, tapi pekan setelahnya biasanya turun — jangan terjebak stok berlebih menjelang lesu pasca-sale.
  2. Hitung ulang margin per kanal sekarang. Dengan PPh 0,5%, biaya logistik baru, dan untuk sebagian beban NIB, harga jual yang masih mengikuti asumsi triwulan lalu berisiko tidak lagi menguntungkan. Periksa per SKU, bukan rata-rata.
  3. Kunci katun dan rayon lokal sebelum kenaikan lanjutan (rayon twill sudah naik sekitar 17%). Gunakan CVC dan campuran lokal untuk menghindari sekaligus tekanan polyester dan beban impor.

Satu hal yang perlu diperhatikan

Pekan yang ramai karena sale adalah pekan yang paling mudah menipu. Ketika lonjakan 7.7 bertemu pajak omzet bruto 0,5%, biaya logistik, dan polyester yang masih tinggi, yang terjadi adalah pendapatan tercatat besar sementara margin tergerus diam-diam. Erosi itu tidak akan muncul sebagai peringatan otomatis di mana pun — ia baru terlihat saat laporan bulanan ditutup, sering terlambat.

Satu-satunya pertahanan adalah harga pokok per batch dan per kanal, bukan rata-rata global. Order yang diproduksi dari bahan pra-kenaikan punya struktur biaya berbeda dari yang sesudahnya, dan setiap kanal kini memotong persentase yang berbeda pula. Tanpa perhitungan itu, pekan yang terlihat sebagai kemenangan penjualan bisa jadi sebenarnya menipiskan bantalan yang seharusnya melindungi triwulan berikutnya.